Wall Street: Rekor Baru di Penutup Mei
Bursa Wall Street menutup perdagangan Jumat (29/5/2026) di level rekor tertinggi sepanjang masa. Dow Jones untuk pertama kalinya dalam sejarah menembus level psikologis 51.000, sementara S&P 500 mencatatkan kenaikan harian keenam berturut-turut dan pekan kemenangan kesembilan beruntun.
Reli saham teknologi dipimpin oleh Dell Technologies yang melonjak 31% dalam satu sesi pasca merilis laba AI yang melampaui ekspektasi. Momentum positif juga datang dari prospek gencatan senjata AS-Iran yang meredakan ketegangan geopolitik.
Data penutupan bursa AS Jumat lalu:
- Dow Jones: 51.032 — rekor sepanjang masa, pertama kalinya menembus 51.000
- S&P 500: Naik 0,22% — kenaikan keenam beruntun
- Nasdaq: Juga mencatat rekor baru, dipimpin saham AI
Komoditas: Minyak Menguat, Emas Tertekan
Minyak mentah WTI menguat mendekati level tertinggi enam pekan di kisaran US$78-79/barel, didorong oleh ketidakpastian kesepakatan AS-Iran dan ekspektasi permintaan musim panas. Sementara emas tertekan di kisaran US$2.340-2.350/oz karena penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi.
Sentimen Domestik: MSCI Rebalancing Mulai Hari Ini
Pasar saham Indonesia memasuki pekan kritis dengan efektifnya Rebalancing MSCI per hari ini. Sepanjang 2026, IHSG tercatat ambles hampir 30%, dengan tekanan jual asing yang masih dominan. Net sell mencapai Rp1,6 triliun hingga Rp2,03 triliun dalam sepekan terakhir, dengan saham BBCA, BBRI, dan BMRI sebagai yang paling banyak dilego.
Catatan untuk Investor Ritel
Hari ini diperkirakan volatile karena rebalancing MSCI. Investor disarankan tidak panic selling dan mencermati saham fundamental yang ikut tertekan secara temporer. Wall Street yang mencetak rekor semestinya memberi sentimen positif bagi bursa Asia, namun tekanan outflow asing akibat MSCI bisa mengimbanginya.



