PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk atau yang lebih dikenal dengan kode saham INET baru saja menghentak pasar teknologi dengan keputusan strategis melakukan akuisisi terhadap PT Trans Hybrid Communication (THC). Langkah besar ini diambil sebagai upaya memperkokoh fondasi bisnis perseroan di sektor konektivitas internasional, infrastruktur fiber optik, hingga layanan cloud terintegrasi. Berdasarkan pengumuman resmi yang dirilis pada Jumat, 27 Februari 2026, aksi korporasi ini menandai ambisi INET untuk tidak hanya jago kandang, tetapi juga mulai membidik posisi tawar yang lebih kuat di level regional Asia Tenggara.
Ekosistem Baru INET Setelah Akuisisi THC
Langkah INET akuisisi THC secara otomatis memperluas peta jalan bisnis perseroan ke ranah yang lebih kompleks dan menguntungkan. Dari sudut pandang observasi pasar, integrasi ini bukan sekadar penambahan aset, melainkan penggabungan dua kekuatan infrastruktur yang saling melengkapi. THC yang telah beroperasi sejak tahun 2006 dengan status Penanaman Modal Asing membawa gerbong lisensi penting dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, mencakup Jaringan Tetap Tertutup, Internet Service Provider (ISP), hingga Jaringan Tetap Lokal. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi INET untuk masuk ke ceruk pasar yang sebelumnya mungkin memiliki hambatan regulasi yang cukup tinggi.
Membedah Portofolio Strategis PT Trans Hybrid Communication
Dalam industri telekomunikasi, kepemilikan jalur internasional adalah kedaulatan mutlak. THC dikenal luas sebagai penyedia International Private Leased Circuit (IPLC) dan International Ethernet Private Line (IEPL) yang sangat krusial bagi segmen enterprise maupun operator lintas negara. Dengan adanya INET akuisisi THC, perseroan kini memiliki kontrol lebih besar atas backbone fiber optik domestik dan internasional. Beberapa analis menilai bahwa ketersediaan titik Point of Presence (PoP) di lokasi-lokasi strategis yang dimiliki THC akan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi INET dalam menghadapi ledakan trafik data yang diprediksi terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Ekspansi Ritel dan Infrastruktur Digital Masa Depan
Tidak hanya fokus pada pasar Business-to-Business (B2B), sinergi ini juga merambah ke sektor ritel melalui merek Dukodu.id. Layanan internet broadband ini diproyeksikan mampu memperluas penetrasi pasar INET hingga ke pengguna akhir atau end-user. Selain itu, pengembangan layanan data center dan private cloud milik THC menjadi pelengkap yang sempurna bagi transformasi digital korporasi saat ini. Data menunjukkan bahwa permintaan akan pengelolaan big data dan sistem berbasis cloud yang aman terus tumbuh pesat, dan INET tampaknya sedang menyiapkan diri untuk menjadi penyedia solusi all-in-one bagi perusahaan yang ingin melakukan migrasi digital secara total.
Analisis Pergerakan Saham INET di Pasar Modal
Melihat performa di papan perdagangan bursa, saham INET pada Jumat, 27 Februari 2026, berada di level 372 per lembar saham. Jika menilik histori satu bulan terakhir, terdapat koreksi sekitar 15,84 persen atau turun 70 poin dari level tertingginya di 448. Meskipun terjadi fluktuasi harga, investor biasanya mempertimbangkan fundamental perusahaan dan dampak jangka panjang dari aksi akuisisi seperti ini. Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menekankan bahwa integrasi jaringan fiber optik dan layanan cloud akan menjadi pilar utama pertumbuhan perusahaan. Sinergi ini diharapkan tidak hanya menciptakan efisiensi operasional bagi internal perusahaan, tetapi juga mendorong inklusi digital yang lebih luas di Indonesia.

