Data terbaru kepemilikan saham dari Bursa Efek Indonesia membuka gambaran baru mengenai struktur investor di pasar modal Indonesia.
Melalui kebijakan transparansi baru, bursa kini mengungkap data pemegang saham di atas 1%, sehingga investor dapat melihat lebih jelas komposisi kepemilikan saham emiten.
Salah satu saham yang menarik perhatian adalah PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), emiten produsen dan eksportir sarang burung walet yang baru melantai di bursa pada Desember 2025.
Berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia, sejumlah investor besar kini terlihat menguasai sebagian besar saham publik RLCO.
IPO RLCO Oversubscribe Hingga 948 Kali
RLCO resmi melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 8 Desember 2025 dengan melepas sekitar 20% saham ke publik.
Perusahaan berhasil menghimpun dana sekitar Rp105 miliar, setara hampir 60% dari total ekuitas perusahaan sebelum IPO.
Minat investor terhadap saham RLCO sangat tinggi. Penjamin emisi efek Samuel Sekuritas Indonesia mencatat penawaran saham RLCO mengalami oversubscribe hingga 948 kali.
Lebih dari 755.000 investor berpartisipasi dalam penawaran saham yang dibanderol pada harga Rp168 per lembar tersebut.
Harga Saham RLCO Melonjak Ribuan Persen
Setelah melantai di bursa, harga saham RLCO melonjak tajam.
Pada akhir Desember 2025, saham RLCO telah naik sekitar 680% menjadi sekitar Rp1.540 per saham.
Reli kenaikan tersebut bahkan berlanjut hingga Januari 2026 dan sempat mencapai rekor tertinggi Rp8.700 per saham, atau naik ribuan persen hanya dalam waktu sekitar dua bulan sejak IPO.
Lonjakan harga yang ekstrem tersebut membuat saham RLCO sempat disuspensi sementara oleh BEI.
Setelah suspensi dibuka kembali, harga saham RLCO kemudian terkoreksi sekitar 40%.
Jumlah Investor RLCO Turun 85%
Di tengah volatilitas harga tersebut, jumlah pemegang saham RLCO mengalami penurunan drastis.
Pada akhir Desember 2025 terdapat sekitar 279.042 investor yang memegang saham RLCO.
Namun pada akhir Februari 2026 jumlah tersebut turun menjadi 40.238 investor, atau anjlok sekitar 85,6% hanya dalam dua bulan.
Perubahan drastis ini menunjukkan terjadinya pergeseran komposisi investor setelah reli harga saham yang sangat tinggi.
7 Investor Kuasai 77% Free Float Saham RLCO
Data kepemilikan saham RLCO di atas 1% menunjukkan adanya konsentrasi kepemilikan pada sejumlah investor besar.
Beberapa pemegang saham RLCO antara lain:
- PT Realco Omega Investama — 77,60% saham
- Edwin Pranata — 2,32% saham
- Samuel Sekuritas Indonesia — 2,81% saham
- PT Samuel Tumbuh Bersama — 2,39% saham
- Eunice M. Satyono — 2,03% saham
- PT Cakra Wijaya Kapital — 2,72% saham
- Resources Fortune Ltd — 2,16% saham
- PT Dhana Pratama Investama — 2,00% saham
- Indo Alam Resources Pte Ltd — 1,29% saham
Di luar pemegang saham utama, tujuh investor tersebut menguasai sekitar 15,4% saham RLCO, atau setara dengan sekitar 77% dari total saham free float yang beredar di pasar.
Valuasi Saham RLCO Sangat Tinggi
Meski telah terkoreksi, saham RLCO masih diperdagangkan pada valuasi yang sangat tinggi.
Saat ini saham RLCO memiliki Price to Earnings Ratio (PER) sekitar 740,9 kali, serta diperdagangkan sekitar 103 kali di atas nilai bukunya.
Valuasi tersebut membuat saham RLCO menjadi salah satu emiten dengan PER tertinggi di pasar saham Indonesia.

