6 Saham Pilihan yang Diserbu Net Buy Asing Saat IHSG Merah, Ada Jagoanmu?

Investor asing borong saham MBMA, ANTM, hingga BUMI saat IHSG melemah. Cek daftar lengkap saham yang diserbu net buy asing di sini.

Kondisi pasar modal Indonesia kembali menunjukkan dinamika yang cukup kontras pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026, di mana aktivitas net buy asing menjadi sorotan utama di tengah fluktuasi indeks yang sedang tertekan. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sekitar 0,43% ke level 8.274, arus modal masuk dari investor mancanegara memberikan gambaran jelas mengenai sektor mana yang sedang menjadi primadona. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing mencatatkan beli bersih di seluruh pasar senilai Rp 387 miliar, sebuah angka yang memberikan nafas segar bagi pasar di tengah aksi jual pada beberapa saham perbankan raksasa.

Baca Juga : Saham Pilihan Jelang Ramadhan 2026

Dari sudut pandang observasi pasar, pergerakan dana asing kali ini terlihat sangat selektif dan cenderung mengarah pada sektor komoditas serta material dasar yang mendukung ekosistem energi. Fenomena net buy asing terbesar secara reguler mendarat pada saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan nilai mencapai Rp 249,95 miliar, disusul oleh PT Antam Tbk (ANTM) yang mengantongi Rp 172,96 miliar. Tidak ketinggalan, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga masuk dalam daftar belanja dengan nilai masing-masing Rp 113,02 miliar dan Rp 103,59 miliar. Bahkan, saham energi lainnya seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga terpantau diserbu asing dengan akumulasi Rp 93,21 miliar dan Rp 83,10 miliar.

Dinamika ini menjadi sangat kontras ketika kita melihat sisi seberang, di mana beberapa saham penguasa pasar justru mengalami tekanan jual yang cukup signifikan dari investor luar negeri. Investor asing terlihat melakukan aksi realisasi posisi pada saham-saham perbankan besar, tercermin dari angka penjualan bersih pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menembus Rp 391,2 miliar. Selain itu, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) juga mengalami nasib serupa dengan catatan keluar modal masing-masing sebesar Rp 222,8 miliar dan Rp 146,2 miliar. Analisis kami menunjukkan bahwa rotasi sektor dari perbankan ke sektor barang baku serta energi, yang hari ini memimpin penguatan, menjadi strategi yang lazim dilakukan investor institusi untuk menjaga performa portofolio saat pasar sedang mengalami konsolidasi teknikal.

Baca Juga : Kinerja Keuangan EXCL

Bagi investor muda yang sedang memantau pergerakan pasar, penting untuk memahami bahwa net buy asing hanyalah salah satu indikator dari sekian banyak faktor fundamental dan teknikal dalam mengambil keputusan. Data menunjukkan bahwa meskipun IHSG terkoreksi, terdapat banyak saham yang tetap mampu menguat dengan volume transaksi yang solid. Beberapa saham lapis kedua bahkan memberikan kejutan dengan kenaikan harga yang cukup signifikan dalam sehari. Namun, beberapa analis menilai bahwa volatilitas pada saham-saham dengan kenaikan ekstrem ini membawa risiko yang sebanding dengan potensi keuntungannya sehingga tetap diperlukan kehati-hatian ekstra dalam melakukan manajemen portofolio.

Sebagai konteks tambahan yang perlu diperhatikan, total transaksi jual bersih asing secara akumulatif sepanjang tahun berjalan kini telah mencapai Rp 14,65 triliun. Angka ini mencerminkan sikap hati-hati investor global terhadap kondisi makroekonomi, namun konsistensi mereka dalam memborong saham seperti MBMA, ANTM, hingga BUMI menunjukkan adanya kepercayaan pada sektor-sektor tertentu yang dianggap memiliki daya tahan lebih kuat. Dalam menghadapi situasi pasar yang dinamis seperti ini, diversifikasi tetap menjadi kunci utama bagi para investor ritel untuk meminimalisir risiko sistemik. Informasi mengenai arus dana internasional ini dapat menjadi referensi tambahan bagi rekan-rekan dalam menyusun strategi, namun tetap disarankan untuk melakukan riset mendalam pada data resmi Bursa Efek Indonesia atau platform data pasar lainnya.

Daftar Pantauan Arus Modal Asing (19 Feb 2026)

Emiten SahamStatus TransaksiNilai (Net Buy)Kenaikan Harga
MBMABeli Bersih (Net Buy)Rp 249,95 M+15,2%
ANTMBeli Bersih (Net Buy)Rp 172,96 M+4,4%
UNTRBeli Bersih (Net Buy)Rp 113,02 M+1,0%
AADIBeli Bersih (Net Buy)Rp 103,59 M+7,3%
BUMIBeli Bersih (Net Buy)Rp 93,21 M+5,6%
BRMSBeli Bersih (Net Buy)Rp 83,10 M+1,4%