Saham MEJA Siap Bagi Bonus 6:1, Investor Menanti Keputusan RUPSLB April 2026

MEJA berencana membagikan saham bonus 6:1 senilai Rp7,45 miliar. Investor menunggu keputusan RUPSLB pada April 2026.

JAKARTA – Emiten konstruksi, PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) berencana membagikan saham bonus dengan rasio 6:1. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia sekaligus menarik minat investor.

Perseroan menyiapkan penerbitan maksimal 372,58 juta saham baru dengan nilai sekitar Rp7,45 miliar. Saham bonus tersebut memiliki nilai nominal Rp20 per lembar dan berasal dari tambahan modal disetor atau agio saham per 31 Desember 2024.

Jika rencana ini direalisasikan, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh MEJA diperkirakan meningkat menjadi sekitar 2,6 miliar lembar saham.

Manajemen menetapkan rasio pembagian 6:1, yang berarti setiap pemegang enam saham lama akan memperoleh satu saham bonus tambahan. Saham bonus ini bukan merupakan dividen saham, melainkan berasal dari agio saham, yaitu selisih antara harga penerbitan saham dengan nilai nominal setelah dikurangi biaya emisi efek ekuitas.

Dalam mekanismenya, apabila terdapat pecahan saham, maka akan dibulatkan ke bawah. Perseroan juga tidak akan menerbitkan saham sisa yang tidak dapat ditentukan kepemilikannya.

Langkah pembagian saham bonus ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan serta meningkatkan likuiditas saham di pasar. Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat memberikan daya tarik tambahan bagi investor.

Rencana aksi korporasi tersebut masih menunggu persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 8 April 2026.

Jika disetujui, berikut jadwal pembagian saham bonus:

  • Cum bonus pasar reguler dan negosiasi: 16 April 2026
  • Ex bonus pasar reguler dan negosiasi: 17 April 2026
  • Cum bonus pasar tunai: 20 April 2026
  • Ex bonus pasar tunai: 21 April 2026
  • Distribusi saham bonus: 8 Mei 2026

Pada penutupan perdagangan 16 Maret 2026, saham MEJA berada di level Rp90 per saham.

Investor kini menantikan hasil RUPSLB yang akan menjadi penentu realisasi aksi korporasi tersebut.