Aktivitas broker besar di pasar saham sering menjadi perhatian investor karena dapat memberikan petunjuk mengenai saham yang sedang diakumulasi institusi. Sepanjang periode perdagangan 2–6 Maret 2026, data broker summary UBS Sekuritas Indonesia (AK) menunjukkan adanya akumulasi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data transaksi tersebut, beberapa emiten besar seperti saham BMRI, UNTR, hingga TLKM tercatat masuk dalam daftar saham yang dibeli broker besar pekan ini.
Informasi ini sering dimanfaatkan oleh investor untuk memantau saham yang sedang diakumulasi broker sebagai salah satu referensi dalam menentukan strategi investasi.
Saham BMRI Jadi Akumulasi Terbesar Broker AK
Dalam daftar saham yang dikoleksi UBS Sekuritas, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi emiten dengan nilai pembelian terbesar sepanjang pekan.
Broker AK mencatat akumulasi sekitar Rp152 miliar pada saham BMRI dengan volume transaksi sekitar 295.438 lot. Harga rata-rata pembelian tercatat di kisaran Rp5.059 per saham.
Posisi ini menjadikan saham BMRI sebagai salah satu saham yang diborong investor institusi minggu ini, sekaligus menunjukkan minat yang cukup besar dari pelaku pasar institusi terhadap sektor perbankan.
Saham UNTR dan DSSA Juga Masuk Daftar Akumulasi
Selain saham perbankan, sektor energi dan pertambangan juga masuk dalam daftar saham yang sedang diakumulasi broker.
Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) tercatat dibeli dengan nilai sekitar Rp123,4 miliar. Transaksi tersebut melibatkan sekitar 42.425 lot dengan harga rata-rata Rp29.143 per saham.
Nilai akumulasi yang hampir sama juga terlihat pada saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Broker AK mencatat pembelian sekitar Rp123,3 miliar dengan harga rata-rata Rp76.092 per saham.
Kedua saham tersebut masuk dalam daftar daftar saham akumulasi broker pekan ini yang menarik perhatian investor pasar modal.
TLKM dan PTBA Ikut Masuk Saham yang Dikoleksi Broker
Pada sektor telekomunikasi dan energi, broker AK juga tercatat melakukan akumulasi pada beberapa emiten besar lainnya.
Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dibeli dengan nilai sekitar Rp88,7 miliar dengan volume transaksi sekitar 254.556 lot.
Selain itu, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga masuk dalam daftar saham yang dibeli investor institusi minggu ini dengan nilai transaksi sekitar Rp81,3 miliar dan harga rata-rata Rp2.873 per saham.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa saham sektor energi dan telekomunikasi masih menjadi perhatian investor institusi di pasar modal Indonesia.
Saham Lain yang Diakumulasi Broker Pekan Ini
Selain emiten-emiten utama tersebut, beberapa saham lain juga tercatat dalam daftar saham yang dikoleksi UBS Sekuritas sepanjang pekan.
Beberapa di antaranya adalah:
- BUVA dengan nilai pembelian sekitar Rp72,8 miliar
- BRPT sekitar Rp66,9 miliar dengan harga rata-rata Rp1.662
- ESSA sekitar Rp48 miliar
- ITMG sekitar Rp45,7 miliar
- CUAN sekitar Rp43,2 miliar
Daftar ini memperlihatkan variasi sektor mulai dari energi, pertambangan hingga properti yang masuk dalam saham yang sedang diakumulasi broker besar di BEI.
Sejumlah Saham Justru Dilepas Broker AK
Di sisi lain, data transaksi juga menunjukkan adanya beberapa saham yang dilepas oleh broker AK selama periode yang sama.
Penjualan terbesar tercatat pada saham MEDC dengan nilai sekitar Rp341,9 miliar.
Selain itu, broker AK juga mencatat penjualan pada beberapa saham perbankan besar seperti:
- BBCA sekitar Rp241,3 miliar
- BBRI sekitar Rp141,4 miliar
- BBNI sekitar Rp70,7 miliar
Saham lain yang juga dilepas meliputi AMMN, ANTM, ENRG, PGAS, BUMI, dan INCO.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa dalam satu periode perdagangan, broker dapat melakukan strategi rotasi portofolio dengan membeli dan menjual saham tertentu secara bersamaan.
Mengapa Investor Memantau Broker Summary?
Bagi pelaku pasar, data broker summary sering digunakan untuk mengidentifikasi saham yang sedang diborong investor institusi atau saham yang sedang diakumulasi broker besar.
Meski demikian, informasi ini bukan satu-satunya dasar untuk mengambil keputusan investasi. Investor tetap perlu mempertimbangkan faktor lain seperti fundamental perusahaan, kondisi pasar, serta analisis teknikal saham.
Dengan memantau daftar saham akumulasi broker pekan ini, investor setidaknya dapat memperoleh gambaran mengenai saham mana saja yang sedang mendapat perhatian dari pelaku pasar besar.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Keputusan membeli atau menjual saham sepenuhnya berada di tangan investor. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

