Pemegang saham menyetujui pembagian saham bonus RISE dengan rasio 25:12. Simak analisis lengkap hasil RUPSLB dan jadwal pentingnya di sini.
Saham Bonus RISE menjadi topik hangat di kalangan investor pasar modal awal tahun ini. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), emiten properti yang berada di bawah naungan konglomerat Hermanto Tanoko, baru saja menyelesaikan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan hasil yang cukup menggembirakan bagi para pemegang saham setianya.
Bagi kamu yang mengikuti pergerakan saham-saham Tancorp Group, keputusan ini tentu menjadi sinyal penting. Tidak hanya sekadar membagikan “hadiah”, langkah korporasi ini biasanya memiliki makna strategis yang lebih dalam terkait masa depan perusahaan.
Mari kita bedah apa sebenarnya yang terjadi di balik keputusan RUPSLB ini dan bagaimana dampaknya terhadap portofolio investasi kamu.
Ringkasan Eksekutif
RUPSLB yang digelar pada 8 Januari 2026 di Surabaya menyepakati dua hal krusial: peningkatan modal dasar perusahaan secara signifikan dan pembagian saham bonus RISE yang diambil dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor. Langkah ini dinilai akan memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan likuiditas saham di pasar reguler.
Bedah Hasil RUPSLB: Apa Saja yang Disepakati?
Berdasarkan risalah rapat yang dihadiri oleh lebih dari 80% pemegang saham, ada fakta-fakta keras yang perlu kamu catat agar tidak ketinggalan momentum.
Pertama, restu pemegang saham telah turun untuk meningkatkan modal dasar perseroan. Angkanya tidak main-main, naik dua kali lipat dari sebelumnya Rp1,5 triliun menjadi Rp3 triliun. Peningkatan plafon modal ini memberikan ruang gerak yang sangat luas bagi manajemen untuk melakukan aksi korporasi di masa depan.
Kedua, yang paling ditunggu-tunggu adalah pembagian saham bonus. Nilai total saham bonus yang akan dibagikan mencapai Rp525,36 miliar. Manajemen menetapkan rasio pembagian sebesar 25:12. Artinya, setiap kamu memegang 25 saham lama, kamu berhak mendapatkan 12 saham baru secara cuma-cuma.
Pencatatan siapa yang berhak menerima (Daftar Pemegang Saham/DPS) dijadwalkan pada 21 Januari 2026. Sedangkan saham bonus tersebut akan masuk ke rekening dana nasabah (RDN) kamu pada tanggal 9 Februari 2026.
(Caption: Suasana RUPSLB PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk)
Di Balik Layar: Mengapa Tanoko Lakukan Ini?
Sebagai pelaku pasar yang sudah melihat siklus IHSG belasan tahun, saya melihat ada strategi menarik dari grup Tancorp melalui saham bonus RISE ini.
Secara fundamental, pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham (Tambahan Modal Disetor) adalah cara cerdas untuk memperkuat struktur modal tanpa harus meminta dana segar dari investor (seperti Rights Issue). Ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki cadangan modal yang cukup sehat dari kinerja masa lalu.
Rasio 25:12 tergolong cukup besar. Ini bukan sekadar pemanis. Tujuannya jelas untuk meningkatkan jumlah saham yang beredar (floating share). Salah satu tantangan saham-saham di grup ini terkadang adalah likuiditas. Dengan bertambahnya jumlah lembar saham, diharapkan perdagangan harian RISE menjadi lebih aktif dan tidak terlalu volatile atau liar.
Selain itu, kenaikan modal dasar hingga Rp3 triliun adalah sinyal “persiapan perang”. Biasanya, perusahaan menaikkan modal dasar ketika mereka memiliki rencana ekspansi besar dalam 1-2 tahun ke depan, entah itu akuisisi lahan baru atau pengembangan proyek properti skala masif. Ini adalah indikator optimisme manajemen terhadap sektor properti di tahun 2026.
Efek Domino ke Pergerakan Harga
Lantas, bagaimana efeknya ke layar trading kamu?
Dalam jangka pendek, berita pembagian saham bonus biasanya direspon positif oleh pasar. Psikologis investor ritel cenderung menyukai kata “bonus” atau “gratis”, yang bisa memicu kenaikan harga jelang tanggal Cum Date.
Namun, kamu perlu memahami mekanismenya. Pada saat Ex-Date, harga saham akan mengalami penyesuaian teoritis (theoretical price adjustment). Karena jumlah saham bertambah, harga per lembarnya akan turun secara proporsional agar kapitalisasi pasar tetap sama.
Jadi, jangan kaget jika nanti pada tanggal Ex-Date harga saham RISE terlihat turun drastis di papan bursa. Itu bukan karena kinerjanya jeblok, melainkan penyesuaian harga wajar akibat bertambahnya jumlah lembar saham yang kamu miliki.
Jangka panjangnya, jika likuiditas membaik, saham ini akan lebih menarik bagi fund manager atau institusi yang biasanya menghindari saham dengan likuiditas kecil. [Baca juga: Cara Menghitung Harga Teoritis Saham Bonus di Sini].
Jangan Fomo, Perhatikan Risiko Ini
Meskipun terdengar menggiurkan, tetap ada risiko yang harus kamu waspadai sebelum menekan tombol buy.
Risiko utama adalah sell on news. Seringkali pelaku pasar yang sudah masuk sejak lama akan memanfaatkan momentum kenaikan harga saat berita ini rilis untuk melakukan profit taking. Jika kamu masuk di pucuk harga saat euforia sedang tinggi, kamu berpotensi nyangkut saat harga terkoreksi.
Selain itu, sektor properti sangat sensitif terhadap suku bunga. Pastikan kamu juga memantau kebijakan Bank Indonesia. Jika suku bunga naik, beban emiten properti dan daya beli konsumen bisa terganggu, yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja RISE ke depan.
Kesimpulan
Keputusan RUPSLB untuk membagikan saham bonus RISE dan menaikkan modal dasar adalah langkah strategis yang positif dari manajemen. Ini menunjukkan komitmen untuk membesarkan size perusahaan dan mengapresiasi pemegang saham.
Bagi kamu yang sudah punya sahamnya, perhatikan tanggal Cum Date (sekitar 21 Januari 2026 untuk pencatatan). Bagi yang belum punya, lakukan analisis teknikal untuk mencari titik masuk yang aman dan jangan hanya mengejar euforia bonus semata.
Investasi yang baik adalah investasi yang didasari pemahaman, bukan sekadar ikut-ikutan. [Cek update IHSG terbaru di sini].
Disclaimer: Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri (Do Your Own Research) dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.