Kinerja saham SUPA menjadi perhatian investor setelah Super Bank Indonesia atau Superbank mencatat lonjakan laba signifikan sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, bank digital berkode saham SUPA berhasil membukukan laba bersih Rp99,68 miliar pada 2025.
Angka tersebut melonjak 127,2 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan kinerja tahun sebelumnya yang masih mencatat kerugian sebesar Rp366,37 miliar.
Lonjakan kinerja ini menjadi sinyal positif bagi prospek saham SUPA di pasar modal Indonesia.
Pendapatan Bunga SUPA Melonjak Tajam
Pertumbuhan laba Super Bank Indonesia (SUPA) ditopang oleh peningkatan signifikan pada pendapatan bunga.
Sepanjang 2025, perseroan membukukan pendapatan bunga sebesar Rp2,16 triliun, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp743,98 miliar.
Di sisi lain, beban bunga tercatat sebesar Rp587 miliar.
Dengan demikian, pendapatan bunga bersih (net interest income) mencapai sekitar Rp1,58 triliun, atau naik sekitar 159,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp606,84 miliar.
Kenaikan ini menjadi faktor utama yang mendorong perbaikan kinerja bank digital SUPA.
Dana Pihak Ketiga SUPA Naik 139%
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun oleh Superbank juga mengalami peningkatan signifikan.
DPK tercatat mencapai Rp11,8 triliun pada 2025, atau meningkat 139 persen secara tahunan.
Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan digital yang dikembangkan oleh perusahaan.
Efisiensi Operasional Meningkat
Perbaikan kinerja juga tercermin dari tingkat efisiensi operasional bank.
Cost to Income Ratio (CIR) Superbank tercatat turun menjadi 70,52 persen, jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 139,16 persen.
Penurunan rasio ini menunjukkan bahwa perusahaan mulai mampu mengendalikan biaya operasional seiring dengan pertumbuhan pendapatan.
Aset Superbank Tumbuh Pesat
Pertumbuhan bisnis Super Bank Indonesia (SUPA) juga terlihat dari peningkatan total aset.
Per Desember 2025, total aset perseroan mencapai sekitar Rp21,28 triliun, meningkat 86,76 persen dibandingkan posisi Desember 2024 yang sebesar Rp11,39 triliun.
Sementara itu:
- Total liabilitas: Rp13,11 triliun
- Total ekuitas: Rp8,16 triliun
Kenaikan aset tersebut memperkuat posisi SUPA sebagai salah satu bank digital yang tengah berkembang di Indonesia.
Didukung Investor Teknologi Global
Superbank dikenal sebagai bank digital yang didukung oleh sejumlah investor strategis global, termasuk:
- Grab
- Emtek
- Singtel
- KakaoBank
- GXS Bank
Dukungan investor tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat transformasi digital bank.
Dengan pertumbuhan laba dan ekspansi bisnis yang agresif, prospek saham SUPA ke depan menjadi salah satu yang mulai diperhatikan investor di sektor perbankan digital.

