Kinerja keuangan PT Petrosea Tbk sebenarnya menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat sepanjang tahun buku 2025. Namun di sisi lain, saham PTRO justru mengalami tekanan besar di pasar saham.
Banyak investor kini bertanya, kenapa saham PTRO turun cukup dalam meskipun laba Petrosea naik signifikan. Hingga awal Maret 2026, harga saham Petrosea tercatat telah terkoreksi sekitar 55 persen secara year-to-date (YTD).
Fenomena ini memunculkan pertanyaan penting di kalangan pelaku pasar: apakah penurunan harga saham tersebut mencerminkan kondisi fundamental perusahaan, atau justru dipengaruhi faktor sentimen pasar.
Laba Petrosea Naik Tajam pada 2025
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, laba bersih Petrosea 2025 tercatat sebesar USD28,8 juta. Angka ini melonjak sekitar 197 persen dibandingkan laba tahun 2024 yang berada di level USD9,69 juta.
Pertumbuhan laba tersebut terjadi seiring meningkatnya kinerja keuangan Petrosea, terutama dari segmen bisnis utama perusahaan.
Sepanjang tahun 2025, Petrosea membukukan pendapatan sebesar USD886,45 juta, naik sekitar 28,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD690,81 juta.
Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari beberapa segmen utama, yaitu:
- Segmen penambangan: USD389,25 juta
- Konstruksi dan rekayasa: USD379,74 juta
- EPCI minyak dan gas lepas pantai: USD32,86 juta
- Jasa lainnya: USD30,06 juta
- Pendapatan lain-lain: USD2,51 juta
Selain itu, perusahaan juga mencatatkan penjualan batu bara yang memberikan tambahan pendapatan sekitar USD52,01 juta sepanjang tahun.
Kinerja ini menunjukkan bahwa secara fundamental, emiten tambang Petrosea masih mencatatkan pertumbuhan bisnis yang cukup solid.
Beban Usaha Petrosea Ikut Meningkat
Meski pendapatan meningkat, Petrosea juga mencatat kenaikan pada sisi biaya operasional.
Sepanjang 2025, beban usaha Petrosea tercatat mencapai USD774,23 juta, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD600,52 juta.
Kenaikan biaya ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas operasional perusahaan.
Namun demikian, laba kotor Petrosea tetap mengalami peningkatan menjadi USD112,22 juta, dibandingkan USD90,28 juta pada tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca keuangan, perusahaan juga mencatat peningkatan pada beberapa indikator penting:
- Total aset Petrosea: USD1,58 miliar
- Total liabilitas: USD1,27 miliar
- Ekuitas: USD307,45 juta
Data ini menunjukkan bahwa secara fundamental, kinerja keuangan PTRO masih berada dalam tren pertumbuhan.
Kenapa Saham PTRO Turun Tajam?
Meski laporan keuangan menunjukkan hasil positif, harga saham PTRO justru mengalami tekanan besar di pasar.
Pada perdagangan 6 Maret 2026, harga saham PTRO hari ini ditutup di level Rp4.960 per saham, turun sekitar 5,07 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Jika dilihat sejak awal tahun, saham PTRO turun 55 persen secara year-to-date.
Pada awal Januari 2026, saham Petrosea sempat berada di kisaran Rp11.000 hingga Rp12.000 per saham. Namun setelah itu harga mulai mengalami koreksi tajam.
Pergerakan harga saham menunjukkan tren berikut:
- Awal Januari: sekitar Rp11.000 – Rp12.000
- Akhir Januari: turun ke kisaran Rp8.000
- Awal Februari: melemah ke sekitar Rp6.000
- Pertengahan Februari: sempat rebound ke Rp7.000
- Awal Maret: kembali turun ke sekitar Rp5.000
Kondisi ini membuat banyak investor mempertanyakan prospek saham Petrosea dalam jangka pendek.
Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Saham Petrosea
Ada beberapa faktor yang bisa menjelaskan kenapa saham Petrosea turun meskipun kinerja perusahaan meningkat.
1. Profit Taking Investor
Setelah mengalami kenaikan besar pada tahun sebelumnya, sebagian investor kemungkinan melakukan aksi profit taking.
2. Valuasi Saham yang Tinggi
Berdasarkan data terbaru, rasio price to earnings (PER) PTRO tercatat sekitar 216 kali, yang tergolong cukup tinggi dibanding banyak emiten lain.
Valuasi yang tinggi sering membuat investor lebih berhati-hati dalam membeli saham.
3. Sentimen Pasar Saham Tambang
Saham yang bergerak di sektor tambang dan energi sering kali sangat sensitif terhadap perubahan harga komoditas dan sentimen global.
Ketika sentimen pasar berubah, harga saham bisa mengalami koreksi meskipun kinerja perusahaan masih kuat.
Apakah Saham PTRO Masih Menarik?
Penurunan harga yang tajam membuat sebagian investor mulai melakukan analisis saham PTRO untuk menilai apakah saham ini masih menarik.
Beberapa investor melihat koreksi harga sebagai peluang untuk masuk di harga lebih rendah. Namun sebagian lainnya memilih menunggu hingga tren harga menunjukkan sinyal pemulihan.
Ke depan, pergerakan saham Petrosea kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
- Kinerja keuangan perusahaan berikutnya
- Perkembangan sektor tambang dan energi
- Sentimen pasar terhadap saham komoditas
- Strategi ekspansi bisnis Petrosea
Dengan kondisi tersebut, investor disarankan tetap melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

