Rencana IPO 2026 di Bursa Efek Indonesia mulai menarik perhatian pelaku pasar. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan saat ini terdapat beberapa calon emiten yang akan IPO di BEI yang sedang berada dalam tahap persiapan sebelum resmi melantai di bursa.
Data terbaru menunjukkan ada tujuh perusahaan yang masuk pipeline IPO Bursa Efek Indonesia hingga awal Maret 2026. Informasi ini sekaligus menjawab pertanyaan investor mengenai berapa perusahaan IPO di BEI tahun 2026 yang berpotensi meramaikan pasar modal.
Keberadaan antrean tersebut menunjukkan bahwa minat perusahaan untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering masih cukup tinggi di tengah dinamika pasar.
Daftar Perusahaan yang Akan IPO 2026 Masih Dalam Proses
Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan bahwa saat ini terdapat tujuh perusahaan yang masuk pipeline IPO BEI.
Pipeline sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan daftar calon perusahaan IPO Indonesia yang sedang menjalani berbagai tahapan menuju pencatatan saham di bursa.
Perusahaan-perusahaan tersebut umumnya masih melalui proses persiapan seperti penyusunan dokumen, evaluasi regulator, hingga menunggu waktu yang tepat untuk melaksanakan IPO terbaru di BEI.
Dengan kata lain, pipeline merupakan daftar perusahaan yang akan melantai di bursa 2026 sebelum resmi menjadi emiten di pasar modal.
Mayoritas Calon Emiten Beraset Besar
Dari sisi skala usaha, sebagian besar perusahaan besar yang akan IPO di BEI berasal dari kategori aset besar.
BEI mencatat:
- Enam perusahaan memiliki aset lebih dari Rp250 miliar
- Satu perusahaan memiliki aset skala menengah antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar
Tidak terdapat perusahaan dengan kategori aset kecil dalam pipeline IPO 2026 saat ini.
Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas calon emiten yang akan IPO di BEI merupakan perusahaan dengan skala bisnis yang cukup besar.
Sektor Perusahaan yang Akan IPO Didominasi Keuangan
Jika dilihat dari sektor industrinya, sektor perusahaan yang akan IPO cukup beragam.
Namun sektor jasa keuangan atau financials menjadi yang paling dominan dalam antrean pipeline IPO Bursa Efek Indonesia.
Rinciannya meliputi:
- 3 perusahaan dari sektor keuangan
- 1 perusahaan sektor consumer non-cyclicals
- 1 perusahaan sektor energi
- 1 perusahaan sektor kesehatan
- 1 perusahaan sektor transportasi dan logistik
Komposisi ini menunjukkan bahwa minat perusahaan untuk melakukan IPO 2026 berasal dari berbagai sektor ekonomi, mulai dari sektor defensif hingga sektor yang terkait dengan aktivitas ekonomi riil.
Belum Ada IPO Terbaru di BEI Tahun Ini
Meski terdapat beberapa calon perusahaan IPO Indonesia, hingga awal tahun berjalan belum ada perusahaan yang resmi mencatatkan saham baru di bursa.
Artinya, dana yang dihimpun dari aktivitas IPO terbaru di BEI sepanjang 2026 masih tercatat Rp0 triliun.
Namun dengan adanya tujuh perusahaan yang masuk pipeline IPO BEI, pasar masih menunggu waktu yang tepat bagi perusahaan-perusahaan tersebut untuk melaksanakan penawaran saham perdana.
Sebagian analis pasar bahkan memperkirakan kemungkinan munculnya IPO jumbo 2026 jika salah satu perusahaan besar dalam pipeline memutuskan untuk melantai di bursa.
Aktivitas Pendanaan Pasar Modal Tetap Berjalan
Selain pipeline IPO, BEI juga mencatat aktivitas penghimpunan dana melalui instrumen lain di pasar modal.
Hingga awal Maret 2026, telah diterbitkan 37 emisi obligasi dan sukuk dari 26 penerbit dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp41,41 triliun.
Di sisi lain, terdapat 20 emisi obligasi yang masih berada dalam pipeline penerbitan dengan total 13 penerbit efek bersifat utang dan sukuk.
Sementara itu, untuk aksi korporasi rights issue, tercatat sudah ada tiga perusahaan tercatat yang melakukan penambahan modal dengan total nilai sekitar Rp3,75 triliun.
Pasar Menanti IPO Besar di 2026
Dengan adanya beberapa perusahaan yang akan melantai di bursa 2026, pelaku pasar kini menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai waktu pelaksanaan penawaran saham perdana tersebut.
Jika kondisi pasar mendukung, tidak menutup kemungkinan sebagian perusahaan dalam pipeline IPO Bursa Efek Indonesia akan segera melakukan pencatatan saham dalam waktu dekat.
Hal ini juga membuka peluang munculnya IPO jumbo 2026 yang berpotensi menarik perhatian investor domestik maupun global.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Investor disarankan melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi di pasar modal.

