Pergerakan saham BUVA menjadi perhatian pasar setelah pemegang saham pengendali Happy Hapsoro melepas sebagian kepemilikannya di Bukit Uluwatu Villa.
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Hapsoro menjual 17 juta saham BUVA pada 11 Maret 2026 dengan harga transaksi Rp1.600 per saham.
Dari transaksi tersebut, nilai penjualan saham diperkirakan mencapai sekitar Rp27,2 miliar.
Kepemilikan Saham BUVA Happy Hapsoro Turun
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Hapsoro di emiten perhotelan BUVA mengalami penurunan.
Sebelum transaksi, ia memiliki sekitar:
- 60.845.049 saham atau 0,25%
Setelah penjualan:
- 43.845.049 saham
- setara 0,18% dari total saham beredar
Aksi ini menjadi salah satu pergerakan yang diperhatikan investor terkait dinamika kepemilikan saham BUVA di pasar.
Perusahaan Investasi Hapsoro Juga Jual Saham BUVA
Tidak hanya penjualan saham pribadi, perusahaan investasi milik Hapsoro yaitu PT Nusantara Utama Investama juga melakukan divestasi saham.
Perusahaan tersebut melepas 139.250.000 saham BUVA pada tanggal yang sama dengan harga Rp1.600 per saham.
Sebelum transaksi:
- kepemilikan: 15.173.281.772 saham
- setara 61,64%
Setelah transaksi:
- kepemilikan: 15.034.031.772 saham
- setara sekitar 61,07%
Meski terjadi penjualan saham, perusahaan investasi tersebut masih menjadi pemegang saham mayoritas di emiten pariwisata tersebut.
Harga Saham BUVA Turun Tajam
Pada perdagangan 13 Maret 2026, harga saham BUVA tercatat melemah cukup dalam.
Saham BUVA ditutup di level Rp940 per saham, turun sekitar 6,92% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Meski demikian, dalam beberapa periode pergerakan saham menunjukkan dinamika yang berbeda:
- 5 hari terakhir: naik sekitar 1,08%
- 1 bulan terakhir: turun sekitar 29,59%
Pergerakan ini membuat analisis saham BUVA mulai menjadi perhatian pelaku pasar.
Laba BUVA Melonjak pada 2025
Di tengah volatilitas harga saham, kinerja keuangan Bukit Uluwatu Villa (BUVA) justru menunjukkan peningkatan signifikan.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, laba bersih perseroan pada 2025 tercatat mencapai sekitar Rp99,19 miliar.
Angka ini melonjak sekitar 11,7 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp8,45 miliar.
Sementara itu, pendapatan perusahaan tumbuh sekitar 5,72% secara tahunan menjadi Rp375 miliar pada 2025.
Kinerja ini menunjukkan adanya perbaikan fundamental perusahaan di tengah dinamika pergerakan saham BUVA di pasar modal.

