Emiten IHSG

Fase Akumulasi Saham TLKM: Aliran 75 Miliar Masuk Tanpa Lonjakan Harga

telkom-indonesia

BURSARAKYAT.COM –Terjadi fase akumulasi saham TLKM dengan net foreign buy mencapai Rp75 miliar. Simak analisis mendalam mengenai strategi ‘smart money’ menahan harga di level 3.530.

Ringkasan Pergerakan Pasar

Aktivitas akumulasi saham TLKM (PT Telkom Indonesia Tbk) kembali menjadi sorotan pelaku pasar pada perdagangan Jumat, 9 Januari 2026. Di tengah pergerakan harga yang terlihat stagnan, data aliran dana justru memperlihatkan anomali yang menarik. Terjadi perpindahan kepemilikan yang signifikan dari investor ritel ke investor asing dalam jumlah besar tanpa memicu volatilitas harga.

Fenomena harga yang bergerak datar di tengah arus dana masuk yang masif ini sering kali disalahartikan oleh pemula sebagai pasar yang lesu. Namun, bagi pengelola dana besar atau institusi, ini adalah ciri khas fase penyerapan (absorption) yang dilakukan secara sistematis.

Fakta Transaksi Perdagangan

Berdasarkan data perdagangan sesi pagi tanggal 9 Januari 2026, terdapat fakta keras yang menjadi landasan analisis ini. Investor asing mencatatkan pembelian bersih atau net foreign buy sebesar Rp75,38 miliar. Angka ini sangat dominan mengingat total nilai transaksi yang terjadi pada sesi tersebut mencapai Rp81,03 miliar. Dominasi asing yang begitu besar menegaskan bahwa pergerakan ini didorong oleh aliran dana strategis, bukan sekadar transaksi ritel harian.

Meskipun terjadi pembelian besar, harga saham TLKM justru bertahan kokoh di level 3.530 dengan persentase perubahan yang nyaris nol. Volume perdagangan tercatat sekitar 229 ribu lot dengan frekuensi transaksi melebihi 5.100 kali. Selain itu, struktur order book memperlihatkan antrian beli yang cukup tebal di beberapa lapisan harga bawah, sementara sisi penawaran jual tidak menunjukkan tekanan yang agresif.

Mengapa Harga Bergerak Datar?

Sebagai pelaku pasar yang telah mengamati dinamika IHSG selama belasan tahun, kondisi saham TLKM saat ini dapat dibaca sebagai strategi Silent Accumulation. Pertanyaan besarnya adalah, mengapa harga tidak naik padahal ada pembelian senilai Rp75 miliar? Jawabannya terletak pada teknik eksekusi institusi.

Ketika Big Fund memutuskan untuk masuk, mereka menghindari pengejaran harga (chasing price) yang dapat memicu lonjakan biaya perolehan rata-rata. Sebaliknya, harga sengaja “dikunci” dalam rentang sempit di area 3.530. Tujuannya adalah untuk menyerap pasokan dari penjual yang tidak sabar tanpa memancing spekulan jangka pendek masuk ke pasar.

Kondisi ini menciptakan psikologi pasar yang tenang namun penuh intensi. Absennya lonjakan volume ekstrem menunjukkan bahwa tidak ada distribusi barang. Yang terjadi justru sebaliknya, yaitu pembeli besar bersedia menunggu pasokan datang kepada mereka. Ini menandakan keyakinan yang tinggi terhadap valuasi harga saat ini.

Sinyal Perubahan Struktur Tren

Secara teknikal, fase akumulasi saham TLKM ini memberikan indikasi positif terhadap struktur tren jangka menengah. Sejak pertengahan tahun lalu, emiten ini konsisten membentuk pola Higher Low, di mana titik terendah harga semakin meninggi dari waktu ke waktu. Hal ini mengonfirmasi bahwa setiap koreksi harga dimanfaatkan oleh pemain besar untuk melakukan pembelian kembali.

Dalam konteks fundamental yang lebih luas, persepsi terhadap TLKM mulai bergeser. Investor strategis tidak lagi hanya melihatnya sebagai saham defensif konvensional. Posisi TLKM dalam ekosistem infrastruktur digital dan penguasaan data menjadikannya aset yang menarik di era ekonomi digital. Pergerakan harga yang stabil saat ini adalah fondasi sebelum terbentuknya narasi pasar yang lebih besar.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meskipun indikator akumulasi terlihat jelas, investor tetap harus mewaspadai risiko eksternal yang dapat memengaruhi pergerakan saham TLKM. Faktor kebijakan suku bunga masih menjadi variabel krusial bagi sektor telekomunikasi yang padat modal. Jika suku bunga bertahan tinggi, beban biaya dana dapat menekan margin keuntungan perusahaan.

Selain itu, risiko volatilitas IHSG secara keseluruhan juga perlu dicermati. Saham berkapitalisasi besar seperti TLKM sering kali menjadi sasaran capital outflow sementara jika terjadi guncangan ekonomi makro global, terlepas dari seberapa bagus fundamental perusahaannya.

Kesimpulan

Pergerakan saham TLKM di awal tahun 2026 ini bukan tentang stagnasi, melainkan tentang persiapan. Masuknya dana asing sebesar Rp75 miliar di harga 3.530 mencerminkan proses perpindahan barang dari tangan lemah ke tangan kuat (strong hands). Bagi investor jangka panjang, fase ini menawarkan tontonan menarik tentang bagaimana uang besar bekerja: tenang, terukur, dan tidak terburu-buru. Namun, konfirmasi tren kenaikan tetap menunggu penembusan resisten dengan volume yang lebih signifikan.

Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan data fakta pasar dan analisis pribadi penulis untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual saham tertentu. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan Anda. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum mengambil keputusan finansial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *