Direktur PGN Borong Saham PGAS, Sinyal Optimisme dari Orang Dalam?

Direktur PGN Mirza Mahendra membeli 50 ribu saham PGAS. Aksi insider buying ini dinilai bisa menjadi sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek perusahaan.

JAKARTA – Aksi pembelian saham oleh orang dalam kembali terjadi di pasar modal. Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), Mirza Mahendra, memborong 50 ribu saham PGAS di tengah pergerakan harga saham yang masih fluktuatif.

Mengacu pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi tersebut dilakukan pada 13 Maret 2026 dalam dua tahap pembelian.

Mirza membeli 10 ribu saham pada harga Rp1.975 per saham dan 40 ribu saham pada harga Rp1.995 per saham.

Sebelum transaksi ini, Mirza tercatat belum memiliki saham PGAS. Setelah pembelian tersebut, kepemilikannya di emiten gas pelat merah itu menjadi 50 ribu saham.

Dalam laporan keterbukaan informasi disebutkan bahwa transaksi dilakukan secara langsung dengan tujuan investasi dan tidak mengubah struktur kepemilikan maupun pengendalian di perusahaan.

Bagi pelaku pasar, aksi pembelian saham oleh direksi atau manajemen sering dianggap sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek perusahaan.

Pergerakan saham PGAS sendiri menunjukkan kinerja yang cukup variatif. Pada penutupan perdagangan terakhir sebelum libur panjang, Selasa (17/3/2026), saham PGAS ditutup menguat 3,10 persen ke level Rp1.995.

Dalam sepekan terakhir, saham ini juga naik sekitar 2,84 persen. Namun dalam satu bulan, PGAS masih terkoreksi sekitar 8,90 persen.

Meski demikian, tren jangka menengah masih menunjukkan performa positif.

Dalam tiga bulan terakhir saham PGAS tercatat menguat 7,26 persen, sementara dalam enam bulan naik 14,33 persen. Secara tahunan, saham ini bahkan melonjak 29,55 persen.

Kinerja jangka panjang juga masih terjaga dengan kenaikan 47,78 persen dalam tiga tahun terakhir dan 40 persen dalam lima tahun.

Namun jika dilihat dalam rentang lebih panjang, saham PGAS masih mencatat penurunan sekitar 24,86 persen dalam 10 tahun terakhir.

Kinerja Bisnis PGN

Dari sisi fundamental, PGN mencatat pertumbuhan pendapatan sepanjang 2025.

Perusahaan membukukan pendapatan sebesar USD3,9 miliar, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan kinerja tersebut didorong oleh penguatan bisnis midstream dan downstream berbasis infrastruktur gas bumi.

“Keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGN,” ujar Fajriyah dalam keterangan resmi.

Volume niaga gas bumi PGN tercatat mencapai 836 BBTUD sepanjang 2025. Sementara volume transmisi gas meningkat 4 persen menjadi 1.609 MMSCFD.

Pertumbuhan juga terlihat pada bisnis LNG, dengan volume regasifikasi mencapai 254 BBTUD, meningkat 17 persen melalui fasilitas FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun.

Bagi investor, aksi insider buying seperti yang dilakukan direksi PGN sering dipantau sebagai indikator kepercayaan manajemen terhadap prospek perusahaan.

Namun pelaku pasar tetap perlu mencermati kinerja fundamental dan dinamika sektor energi sebelum mengambil keputusan investasi.