JAKARTA – Aksi mengejutkan datang dari petinggi emiten tambang emas, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Di tengah tekanan harga yang tajam, Direktur BRMS, Charles Daniel Gobel justru memborong saham dalam jumlah signifikan.
Langkah ini langsung menjadi sorotan pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia, karena dilakukan saat saham BRMS mengalami penurunan tajam hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB).
Aksi Borong Saat Harga Jatuh
Berdasarkan keterbukaan informasi, Charles Gobel melakukan dua kali pembelian saham:
- 13 Maret 2026: membeli 650 ribu saham di harga Rp811
- 16 Maret 2026: membeli 700 ribu saham di harga Rp725
Total akumulasi mencapai 1,35 juta lembar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,03 miliar.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan sahamnya setara dengan sekitar 0,0010% dari total saham beredar BRMS.
Terjadi Saat BRMS Anjlok Tajam
Menariknya, aksi borong ini terjadi saat saham BRMS mengalami tekanan besar.
Pada perdagangan 16 Maret 2026:
- Harga sempat turun lebih dari 10%
- Ditutup melemah 14,56% ke level Rp675
Kondisi ini membuat aksi insider buying tersebut dinilai sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek perusahaan.
Direktur Lain Juga Pegang Saham
Charles Gobel kini menjadi direktur kedua yang memiliki saham BRMS secara langsung, setelah Herwin Wahyu Hidayat yang tercatat memegang sekitar 2,32 juta lembar saham.
Kepemilikan manajemen sering kali menjadi perhatian investor karena mencerminkan alignment kepentingan dengan pemegang saham publik.
Saham Mulai Rebound, Volume Melejit
Pada perdagangan berikutnya, 17 Maret 2026, saham BRMS mulai menunjukkan pemulihan:
- Naik 0,74% ke level Rp680
- Volume transaksi mencapai 389 juta lembar
Lonjakan volume ini mengindikasikan meningkatnya minat pasar setelah tekanan harga sebelumnya.
Valuasi Masih Premium
Meski mulai rebound, saham BRMS masih diperdagangkan pada valuasi tinggi:
- Price to Earnings Ratio (PER): sekitar 117 kali
- Price to Book Value (PBV): sekitar 4,61 kali
Kondisi ini membuat sebagian investor tetap berhati-hati meskipun ada sinyal positif dari aksi pembelian oleh manajemen.

