Tambang UNTR Dibuka Kembali, Laba Diproyeksi Tembus Rp16 Triliun

UNTR diproyeksi mencatat laba Rp16,04 triliun setelah tambang kembali dibuka. Simak analisis target harga dan valuasinya.

JAKARTA – Kabar dibukanya kembali tambang milik anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR), yakni PT Agincourt Resources, menjadi sentimen baru bagi pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia.

Izin operasional yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup membuka kembali potensi produksi yang sebelumnya sempat terhenti. Hal ini dinilai dapat menjadi pendorong kinerja keuangan UNTR dalam jangka menengah.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa izin tersebut diberikan setelah melalui kajian lingkungan.

Meski demikian, manajemen UNTR sebelumnya mengungkapkan bahwa dibutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan sejak izin diperoleh hingga aktivitas produksi kembali berjalan normal.

Proyeksi Laba dan Pendapatan

Berdasarkan konsensus analis, pendapatan UNTR pada 2026 diperkirakan berada di kisaran Rp127,85 triliun, sedikit turun dibandingkan estimasi 2025 sebesar Rp131,30 triliun.

Namun di sisi lain, laba bersih justru diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp16,04 triliun dari Rp14,81 triliun pada tahun sebelumnya.

Kenaikan ini juga tercermin dari estimasi laba per saham (EPS) yang naik dari 3.970 menjadi 4.405.

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun pendapatan mengalami penyesuaian, profitabilitas UNTR masih menunjukkan tren positif.

Rekomendasi Analis dan Target Harga

Mayoritas analis masih memberikan rekomendasi positif terhadap saham UNTR.

Dari total 29 analis:

  • 19 analis memberikan rekomendasi beli
  • 10 analis memberikan rekomendasi hold
  • Tidak ada rekomendasi jual

Target harga rata-rata berada di level Rp31.168 per saham, dengan estimasi tertinggi Rp40.000 dan terendah Rp21.500.

Pada penutupan perdagangan terakhir, saham UNTR berada di kisaran Rp30.025, atau sudah mendekati target konsensus analis.

Valuasi Mulai Naik

Dari sisi valuasi, rasio price to earnings (PE) UNTR tercatat sekitar 7,56 kali, lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis tiga tahun di kisaran 4,91 kali.

Sementara itu, price to book value (PBV) berada di level 1,19 kali, sedikit di atas rata-rata historis namun masih dalam rentang wajar.

Kondisi ini menunjukkan bahwa valuasi UNTR saat ini sudah mulai berada di area yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Dampak Pembukaan Tambang

Kembalinya operasional Agincourt Resources diperkirakan akan menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan produksi UNTR ke depan.

Namun karena adanya jeda waktu sebelum produksi kembali normal, dampak terhadap kinerja keuangan diperkirakan belum langsung terlihat dalam jangka pendek, melainkan bertahap seiring normalisasi operasional.