JAKARTA – Emiten perkebunan kelapa sawit, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan laba bersih mencapai Rp3,84 triliun atau tumbuh 19% secara tahunan.
Kinerja tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan usaha yang mencapai Rp11,4 triliun, meningkat 18% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh kuatnya harga crude palm oil (CPO) di pasar global.
Laba per saham (EPS) TAPG juga mengalami peningkatan menjadi Rp186 per saham, mencerminkan perbaikan profitabilitas perseroan.
Kontribusi terbesar terhadap pendapatan masih berasal dari segmen CPO sebesar 83%. Sementara itu, palm kernel (PK) menyumbang 12% dan palm kernel oil (PKO) sebesar 5%.
Secara rinci, penjualan produk kelapa sawit dan turunannya naik 18% menjadi Rp11,38 triliun pada 2025. Sebaliknya, penjualan produk karet dan turunannya mengalami penurunan 23% menjadi Rp23,55 miliar.
Dari sisi pelanggan, terdapat tiga kontributor utama terhadap penjualan perseroan. Penjualan terbesar berasal dari PT Kutai Refinery Nusantara sebesar Rp2,50 triliun atau sekitar 21,93% dari total pendapatan.
Selanjutnya, penjualan kepada PT Sinar Alam Permai mencapai Rp2,40 triliun atau 21,09%, serta kepada PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk sebesar Rp1,06 triliun atau sekitar 9,30%.
Secara total, kontribusi ketiga pelanggan tersebut mencapai Rp5,97 triliun atau setara 52,32% dari total penjualan TAPG pada 2025.
Dari sisi operasional, produksi tandan buah segar (TBS) dari kebun inti meningkat 3% menjadi 3,04 juta ton. Sementara itu, produksi dari kebun plasma naik signifikan sebesar 17% menjadi 384 ribu ton.
Produksi di pabrik kelapa sawit (PKS) juga tumbuh 3% sepanjang 2025. Saat ini, TAPG mengoperasikan 18 PKS dengan total kapasitas terpasang sebesar 995 ton per jam.
Perseroan juga berencana menambah satu PKS baru pada 2026 dengan kapasitas 30 hingga 45 ton per jam, yang akan meningkatkan total kapasitas menjadi sekitar 1 kiloton per jam.
Dari sisi neraca, total aset TAPG tercatat meningkat 3% menjadi Rp14,70 triliun. Liabilitas turun tipis 1% menjadi Rp3,01 triliun, sementara ekuitas naik 4% menjadi Rp11,69 triliun.
Adapun arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp3,4 triliun atau meningkat sekitar 6% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada perdagangan terakhir, saham TAPG berada di level Rp1.740 per saham.

