Kinerja saham PANI menjadi sorotan setelah Pantai Indah Kapuk Dua mencatat lonjakan laba signifikan sepanjang 2025.
Perusahaan pengembang kawasan Pantai Indah Kapuk 2 atau PIK2 tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun, meningkat 83 persen secara tahunan.
Pertumbuhan kinerja ini memperkuat posisi PANI sebagai salah satu emiten properti dengan ekspansi paling agresif di Indonesia.
Pendapatan PANI Tembus Rp4,3 Triliun
Sepanjang tahun buku 2025, Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) mencatat pendapatan sebesar Rp4,3 triliun, meningkat 52 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma, mengatakan kinerja tersebut mencerminkan semakin kuatnya fondasi pengembangan kawasan PIK2 sebagai kota mandiri modern.
“Sepanjang 2025, PANI mencatat pertumbuhan kinerja yang solid dengan pendapatan Rp4,3 triliun dan laba bersih Rp1,1 triliun,” ujarnya dalam keterangan resmi perusahaan.
Proyek Residensial Dorong Kinerja PANI
Pertumbuhan kinerja perusahaan terutama didorong oleh meningkatnya aktivitas proyek residensial di kawasan PIK2.
Beberapa proyek hunian yang berkontribusi antara lain:
- Rumah Milenial
- Manhattan Residences
- Permata Hijau Residences
- Pantai Bukit Villa
- Bukit Nirmala
- Pasir Putih Residences
- Sapporo Residences
Serah terima proyek-proyek tersebut menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan pendapatan emiten PANI.
Segmen Komersial PIK2 Juga Tumbuh
Selain residensial, kontribusi pendapatan juga berasal dari pengembangan properti komersial di kawasan PIK2.
Beberapa proyek komersial yang dikembangkan antara lain:
- SOHO Manhattan
- SOHO Wallstreet
- Bizpark PIK2
- Rukan Milenial
- Rukan Asia Afrika
- Rukan Marina Bay
Ekspansi segmen komersial ini memperkuat ekosistem bisnis di kawasan PIK2 yang semakin berkembang sebagai pusat ekonomi baru.
Fundamental PANI Tetap Kuat
Dari sisi neraca keuangan, Pantai Indah Kapuk Dua mempertahankan struktur keuangan yang solid.
Per 31 Desember 2025, perusahaan mencatat:
- Kas dan setara kas: Rp3,8 triliun
- Pinjaman bank: Rp550 miliar
- Total aset: Rp50 triliun
Total aset tersebut meningkat sekitar 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, terutama didorong oleh investasi pembangunan Nusantara International Convention Exhibition (NICE).
Cadangan Lahan Besar untuk Ekspansi PIK2
PANI juga memiliki cadangan lahan sekitar 1.838 hektare dengan nilai tercatat sekitar Rp37 triliun.
Landbank tersebut menjadi fondasi penting bagi pengembangan kawasan PIK2 dalam jangka panjang.
Menurut manajemen, pengembangan proyek strategis seperti Nusantara International Convention Exhibition (NICE) serta peningkatan konektivitas menuju Soekarno–Hatta International Airport melalui Tol KATARAJA akan mempercepat pertumbuhan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Dengan ekspansi kawasan dan kinerja keuangan yang kuat, prospek saham PANI semakin menarik perhatian investor sektor properti.

