IHSG Hari Ini Rebound 1,41% ke 7.440 Setelah Harga Minyak Dunia Anjlok

IHSG hari ini ditutup menguat 1,41% ke level 7.440 setelah harga minyak dunia turun tajam. Sentimen global dan data ekonomi domestik mendorong optimisme investor di pasar saham Indonesia.

Selasa, 10 Maret 2026 | 20:00 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan IHSG kembali menguat pada perdagangan Selasa (10/3/2026) setelah sempat terkoreksi tajam sehari sebelumnya. Sentimen positif dari penurunan harga minyak dunia serta penguatan bursa global mendorong investor kembali melakukan aksi beli di pasar saham Indonesia.

IHSG hari ini ditutup naik 103,54 poin atau 1,41 persen ke level 7.440,91 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kenaikan ini menunjukkan kembalinya optimisme investor terhadap pergerakan pasar saham domestik.

Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turut menguat 9,37 poin atau 1,25 persen menjadi 759,94, menandakan penguatan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.


IHSG Rebound Setelah Koreksi Tajam

Penguatan IHSG terjadi setelah pasar mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya. Rebound teknikal mendorong investor kembali masuk ke pasar, terutama setelah muncul sentimen positif dari pasar global.

Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Rarna Lim, penguatan indeks dipicu oleh kombinasi faktor global dan teknikal.

Selain itu, penguatan juga dipengaruhi oleh kinerja pasar saham internasional yang bergerak positif.


Harga Minyak Dunia Turun Hampir 8 Persen

Salah satu sentimen utama yang mendorong penguatan IHSG adalah koreksi tajam harga minyak mentah dunia.

Minyak acuan WTI tercatat turun 7,83 persen menjadi 87,35 dolar AS per barel, sementara minyak Brent melemah 7,99 persen ke level 91,05 dolar AS per barel.

Penurunan harga minyak dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut operasi militer terhadap Iran telah “very complete”.

Situasi tersebut meredakan kekhawatiran pasar global dan mendorong sentimen positif di berbagai bursa saham.


Data Ekonomi Indonesia Ikut Mendukung

Selain sentimen global, data ekonomi domestik juga memberikan dukungan terhadap pergerakan pasar saham.

Penjualan ritel Indonesia pada Januari 2026 tercatat tumbuh 5,7 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 3,5 persen pada Desember 2025 serta melampaui ekspektasi pasar sebesar 4 persen.

Pertumbuhan konsumsi ini diperkirakan masih berlanjut pada Februari 2026 seiring meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.


Seluruh Sektor Saham Menguat

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor saham di BEI mencatatkan penguatan pada perdagangan hari ini.

Sektor yang memimpin kenaikan adalah sektor barang baku dengan penguatan 4,85 persen, diikuti sektor industri yang naik 2,69 persen serta sektor barang konsumen non-primer yang menguat 2,68 persen.

Kenaikan sektor-sektor tersebut mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap saham yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi.


Aktivitas Perdagangan Saham Meningkat

Aktivitas perdagangan di BEI juga menunjukkan peningkatan minat investor.

Frekuensi perdagangan tercatat mencapai 2.027.866 transaksi dengan volume 36,27 miliar lembar saham senilai Rp19,16 triliun.

Secara keseluruhan, 534 saham menguat, 190 saham melemah, dan 93 saham stagnan pada perdagangan hari ini.


Bursa Asia Kompak Menguat

Sentimen positif juga terlihat di pasar saham Asia.

Indeks Nikkei menguat 2,88 persen, sementara Hang Seng naik 2,17 persen. Di sisi lain, indeks Shanghai Composite juga mencatat kenaikan 0,65 persen.

Penguatan bursa regional tersebut turut memberikan dorongan terhadap pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini.