Dunia pasar modal Indonesia sedang diramaikan dengan pergerakan indeks yang cukup fluktuatif belakangan ini. Berdasarkan pengamatan pada penutupan perdagangan Senin, 2 Maret 2026, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami koreksi yang cukup signifikan sebesar 2,65 persen atau turun sekitar 218 poin menuju level 8.016. Penurunan ini memicu berbagai spekulasi di kalangan pelaku pasar mengenai arah pergerakan selanjutnya, mengingat angka psikologis 8.000 menjadi titik yang sangat krusial bagi kepercayaan diri investor domestik maupun asing.
Posisi IHSG saat ini dianalisis masih berada dalam fase teknikal tertentu yang dikenal dengan istilah wave (c) dari [x] pada skenario label hitam. Pola ini mengindikasikan bahwa koreksi yang terjadi pada awal pekan kemarin diperkirakan akan mulai menemui titik jenuh atau cenderung terbatas. Data menunjukkan bahwa terdapat area pengujian pada rentang 7.945 hingga 7.984 yang akan menjadi penentu apakah indeks mampu menahan tekanan jual atau justru terperosok lebih dalam. Namun, secara historis, koreksi tajam sering kali diikuti oleh fase konsolidasi sebelum akhirnya mencoba kembali ke tren penguatan.
Tabel Ringkasan Strategi Saham dan Level Krusial IHSG Hari Ini
| Kategori / Kode Saham | Strategi Rekomendasi | Rentang Harga Beli (IDR) | Target Harga (IDR) | Batas Stoploss (IDR) |
| IHSG (Indeks) | Konsolidasi / Rebound | Support: 7.970 – 7.861 | Resistance: 8.170 – 8.306 | Level Psikologis: 7.945 |
| HRTA | Speculative Buy | 3.030 – 3.180 | 3.500 – 3.660 | Below 2.940 |
| EXCL | Buy on Weakness | 2.870 – 2.910 | 3.250 – 3.490 | Below 2.780 |
| PSAB | Buy on Weakness | 545 – 565 | 600 – 635 | Below 525 |
Beberapa analis menilai bahwa IHSG memiliki peluang yang cukup terbuka untuk kembali bergerak menguat menuju area resistance di level 8.437 hingga 8.638 dalam jangka menengah. Untuk perdagangan hari Selasa ini, fokus utama para pelaku pasar akan tertuju pada area support di kisaran 7.970 sampai 7.861 sebagai benteng pertahanan terakhir. Sementara itu, jika sentimen positif kembali masuk ke pasar, hambatan terdekat atau resistance indeks diprediksi akan berada di rentang 8.170 hingga 8.306. Dinamika ini memberikan gambaran bahwa volatilitas masih akan tinggi, namun dengan potensi pembalikan arah yang mulai terlihat di cakrawala teknikal.
Dalam menghadapi kondisi IHSG hari ini, terdapat beberapa saham yang mendapatkan perhatian khusus berdasarkan analisis teknikal gelombang atau Elliot Wave. Salah satunya adalah saham HRTA, yang diproyeksikan sedang membentuk pola wave (iii) dari wave [iii]. Investor biasanya mempertimbangkan strategi speculative buy pada rentang harga 3.030 hingga 3.180 dengan memantau target harga di kisaran 3.500 sampai 3.660. Penting untuk diperhatikan bahwa setiap keputusan investasi tetap memiliki risiko, sehingga disiplin terhadap batasan risiko atau stoploss di bawah level 2.940 menjadi poin yang sering ditekankan oleh para ahli di bidangnya.
Selanjutnya, sektor telekomunikasi juga menarik untuk dicermati melalui pergerakan saham EXCL. Berdasarkan data riset, posisi EXCL saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave B dari wave (B). Strategi yang sering dikaji dalam posisi seperti ini adalah buy on weakness pada rentang harga 2.870 sampai 2.910. Analis melihat adanya potensi target kenaikan menuju level 3.250 hingga 3.490, selama harga saham tetap mampu bertahan di atas titik pengaman di level 2.780. Kondisi sektor yang defensif sering kali menjadikan saham ini sebagai pilihan alternatif saat indeks utama sedang mengalami tekanan hebat.
Tidak ketinggalan, saham di sektor pertambangan emas seperti PSAB juga menunjukkan pola yang menarik untuk diikuti. Selama harga PSAB mampu bertahan di atas level 525, secara teknikal saham ini dinilai sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (B). Pelaku pasar sering kali melirik area 545 hingga 565 untuk melakukan akumulasi bertahap dengan metode buy on weakness. Target optimis untuk pergerakan ini berada di kisaran 600 sampai 635. Pemahaman mengenai siklus komoditas global dan pergerakan mata uang juga menjadi konteks tambahan yang sangat relevan dalam menganalisis saham-saham di sektor ini agar mendapatkan gambaran investasi yang lebih komprehensif.

